hasil analisis geographically weighted regression (gwr) untuk karakterisasi hubungan faktor terhadap distribusi kejadian tanah longsor di kecamatan basse sangtempe utara. data pada halaman ini disesuaikan dengan hasil penelitian bab iv.
model menggunakan data kejadian longsor per desa sebagai variabel dependen. hasil penelitian membahas enam parameter: curah hujan, jenis tanah, kemiringan lereng, penggunaan lahan, geologi, dan infrastruktur. koefisien gwr dibaca sebagai hubungan lokal per desa, sedangkan r² lokal menunjukkan kemampuan model menjelaskan variasi kejadian longsor. bandwidth yang digunakan adalah 5.000 m dengan kernel gaussian.
arah hubungan: positif
status: signifikan
koefisien tertinggi di dampan (0,447).
arah hubungan: positif
status: signifikan
koefisien tertinggi di dampan (0,428).
arah hubungan: positif
status: signifikan
koefisien tertinggi di dampan (0,521).
arah hubungan: positif
status: signifikan
p-value 0,018, sehingga < 0,05.
arah hubungan: positif
status: signifikan
koefisien tertinggi di dampan (0,447).
arah hubungan: positif
status: signifikan
p-value 0,024, sehingga < 0,05.
tabel berikut menampilkan seluruh koefisien lokal yang tercantum dalam hasil penelitian, jumlah kejadian longsor, nilai r² lokal, kelas r², serta arah hubungan masing-masing parameter.
| desa | kejadian | β₁ curah hujan | β₂ jenis tanah | β₃ kemiringan | β₄ penggunaan lahan | β₅ geologi | β₆ infrastruktur | r² lokal | kelas | hubungan |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| memuat... | ||||||||||
pada penelitian ini istilah hubungan digunakan berdasarkan tanda dan signifikansi koefisien GWR. seluruh enam parameter memiliki arah positif, artinya peningkatan nilai indeks parameter dalam model berkaitan dengan peningkatan prediksi kejadian longsor pada lokasi yang bersangkutan. kekuatan hubungan tidak sama di setiap desa karena nilai koefisien lokal berbeda.
ini berbeda dengan koefisien korelasi pearson (r). naskah hasil penelitian yang diberikan tidak mencantumkan angka korelasi pearson untuk keenam parameter, sehingga webgis tidak menampilkan angka r yang tidak ada di sumber penelitian.